ensiklobayi
Sabtu, 26 Oktober 2024
Rabu, 23 Oktober 2024
Menyelami Kisah Bella Belajar Budaya India
Selasa, 22 Oktober 2024
Jual PRE-ORDER Kaos Distro Serial Kemerdekaan
1. Lomba Keroepoek
Rp. 170.000
2. Balap Kelereng
3. Paku Botol
4. Tarik Tambang
Rp 170.000
5. Balap Karung
Remaja Muslim Anti Galau
Istilah galau kini semakin lekat dalam percakapan publik. Pasalnya, kondisi semacam ini hampir dialami oleh setiap orang, tepatnya saat dirundung masalah. Tak hanya menimpa para remaja, bahkan orang dewasa pun sering mengalaminya. Namun, apa sebenarnya definisi galau itu?
Dalam buku ini telah dijelaskan berbagai perspektif terkait definisi galau. Tujuannya agar pembaca tak salah memaknai. Dari segi psikologis, galau diartikan sebagai keadaan yang tidak keruan (menunjukkan rasa sedih, cemas, dan sebagainya). Biasanya, kecemasan tersebut terjadi karena mereka menggunakan emosi terlebih dahulu sebelum berpikir. Jadi, prasangka-prasangka dan perasaan takut sudah lebih dulu menguasai. (hal 10)
Pola pikir seseorang tentu berbeda-beda dalam mengekspresikan perasaan. Ada yang menyikapinya dengan wajar dan biasa saja. Namun ada pula yang terlalu ekspresif sehingga berlebihan dalam menyikapi masalahnya sendiri. (hal 12)
Hal ini umumnya sering dilakukan oleh para remaja. Di tengah kondisi yang labil, mereka cenderung menampik keadaan yang sebelumnya tidak pernah dialami. Seolah mereka bingung atau belum siap dengan situasi yang terjadi. Kemudian mereka curahkan kegelisahannya pada media yang tidak jelas. Maka, inilah yang perlu kita waspadai.
Efek galau yang berlebihan dapat memicu seseorang pada ilusi-ilusi yang tidak jelas, murung, bahkan bisa berdampak buruk terhadap kondisi psikis selanjutnya.
Sesorang yang mengalaminya akan menjadi; (1) supersensitif dan gampang khawatir, (2) timbul halusinasi, (3) menjadi orang yang tidak bijak (grasa-grusu) dalam mengambil keputusan, dan (4) lambat laun berdampak buruk bagi kesehatan.
Galau juga biasanya disebabkan karena ibadah yang tidak maksimal, selalu berpikiran negatif, dan yang sangat parah lupa bersyukur sehingga merasa cobaan yang dihadapi terasa paling berat.
Buku berjenis motivasi remaja ini bukan hanya sekadar teori, tapi berisi wawasan yang luas terkait sudut pandang agama dan para ahli. Di kemas dengan bahasa remaja yang santai, penulis ingin mengajak pembaca agar segera bangkit dari keterpurukan.
Gaul tanpa galau itu memang perlu. Maka, tak semestinya remaja muslim merasa bimbang. Melalui muhasabah (introspeksi diri), selalu tersenyum dan menikmati masalah yang datang itulah kunci paling sederhana untuk bahagia.
Suatu ayat berbunyi ; “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram. (QS Ar-Ra’d [13]:28)” (halaman 12)
Data Buku
Judul : Ngaku Gaul Kok Galau
Penulis : Eka Siti Nurjanah (Nama Pena : Khalilah Demunisa)
Penerbit : Bunyan
Tebal : x+198 halaman; 20,5 cm
Terbit : Februari 2014
ISBN : 978-602-291-005-3
Harga : Rp 39.000,-
Belajar dari Kesalahan Penggunaan Bahasa Inggris
Saat ini hampir sebagian orang di penjuru dunia pandai berbahasa Inggris. Bagi mereka, bahasa Internasional itu sudah menjadi makanan pokok sehari-hari. Ada yang gemar mempraktikkannya langsung, namun banyak juga yang masih enggan untuk mempelajarinya. Salah satu faktornya adalah rasa takut.
“Banyak yang takut berbuat salah, padahal salah enggak gelap, salah enggak gigit, salah bahkan enggak bawa pisau dan ngejar-ngejar kamu pada malam hari. Takut salah itu ibarat penghalang yang ada di posisi paling depan ketika kita ingin mencoba melakukan sesuatu” (hal 2).
Padahal belajar merupakan aktivitas manusia yang berlangsung secara kontinu hingga akhir kehidupannya. Seseorang bisa dikatakan ahli bila ia sering melakukan latihan dan pengulangan. Satu-satunya kegagalan dalam hidup adalah tidak pernah mau mencoba.
Belajar itu banyak sumbernya, salah satunya yaitu belajar dari kesalahan. Seperti yang disampaikan Karlina Denistia, M.A. dalam buku ke-2 nya yang berjudul “Egnlish”. Jika di buku pertamanya yang berjudul #easyenglish telah menjelaskan cara belajar bahasa Inggris dengan mudah, maka dalam buku terbarunya, buku bahasa Inggris yang judulnya memang sudah salah dari awal & ditulis oleh penulis yang sering bikin kesalahan ini justru menjelaskan tentang kesalahan penggunaan bahasa Inggris yang sudah lazim terjadi. Mulai dari salah grammar, vocabulary, pronunciation, pengejaan, campur-campur bahasa sampai kesalahan dalam menerjemahkan.
Menurut Karlina, “Grammar dan vocabulary adalah basic dari segala skill berbahasa Inggris. kalau sudah bisa dua hal itu, kita akan pe-de buat ngomong dan nulis pakai bahasa Inggris” (hal 5).
Kesalahan sederhana juga pernah dialaminya. Suatu ketika ia disuruh membuat kalimat menggunakan kata like oleh gurunya. Lalu ia membuat kalimat “I am like cat”. Itu adalah kali pertama ia berani memproduksi kalimat dalam bahasa Inggris di kelas 3 SD dan langsung salah.
Kalimat “i like cat” dan “i am like cat” ternyata beda arti. “I like cat” artinya ‘saya suka kucing’, “i am like cat” artinya ‘saya seperti kucing’. Beda “am” saja, ternyata beda penangkapan (hal 3). Begitulah awal mula ia suka bahasa Inggris. Kesalahan bisa menjadi ketertarikan seseorang untuk terus belajar.
Saat menginjak SMP, motivasi Karlina untuk belajar bahasa Inggris semakin besar. dengan berpegang teguh pada prinsip “keren adalah anak kecil yang bisa bahasa Inggris”, Karlina mendaftarkan diri dalam kursus bahasa Inggris. Namun karena metode pengajaran tidak sesuai dengan ekspektasi, ia terpaksa harus pindah tempat les. ia hanya bertahan 3 bulan saja di tempat kursusnya dulu.
Pengalamannya pindah les justru memberikannya pengetahuan yang luas terhadap metode pengajaran . “Teacher-student interaction” adalah metode pengajaran konvensional. Guru menjadi pusat pengajaran dan sumber segala ilmu baik pada saat menerangkan maupun pada saat latihan. “Student-student interaction” sebaliknya, peran guru minim dalam metode ini karena guru hanya berfungsi sebagai pemberi materi dan fasilitator saat latihan (hal 6).
Metode terakhir inilah yang kemudian diterapkannya saat jadi pengajar. dengan menerapkan metode Student-student interaction, tembok penghalang murid yang terdiri atas rasa enggan dan malu itu jadi lebih pendek saat berinteraksi dengan teman dibandingkan saat harus berinteraksi dengan gurunya. Metode ini menuntut murid untuk aktif dalam setiap kegiatan.
Dua metode pengajaran yang pernah dikecap Karlina sejak les pun tentu saja ada plus minusnya. Pada akhirnya semua kembali pada kesukaan masing-masing. Pasalnya, semua orang pasti memiliki cara belajar sendiri yang menurutnya paling efektif. Ada yang suka dengan metode belajar klasik dengan guru mengajar di depan dan murid mendengarkan, ada juga yang lebih suka dengan metode belajar interaktif dengan peran guru sebagai fasilitator.
Selain menceritakan pengalaman dan pengetahuannya tentang kesalahan penggunaan bahasa Inggris, penulis yang telah mendapatkan sertifikasi Teaching English as Foreign Language for Adult dan dipercaya menjadi pengajar bahasa Inggris TIM Nasional U-19 pada 2014 di Yogyakarta ini juga meminta pembaca agar mengerjakan beberapa soal dan games dalam buku ini sebagai bahan pembelajaran.
Gaya penyampaian materinya cukup ringan dan mudah diterima oleh semua kalangan pembaca. Kendati demikian, buku ini masih jauh dari kesempurnaan. Ada beberapa kata yang ketikannya saling tumpang tindih, sehingga membuat orang yang membacanya merasa bingung.
Terlepas dari kekurangan, buku setebal 166 halaman ini sangat cocok dibaca untuk mereka yang mau belajar dari kesalahan. Bagaimanapun kesalahan bukanlah akhir dari segalanya. Kesalahan seharusnya dapat memacu seseorang agar senantiasa mengevaluasi diri demi kebaikan pribadi maupun orang lain.
Data Buku
Judul : Egnlish
Penulis : Karlina Denistia, M.A.
Penerbit : Bentang Belia (PT Bentang Pustaka)
Tebal : xiv+166 halaman; 20,8 cm
Terbit : Mei 2014
ISBN : 978-602-7975-99-6
Harga : Rp 39.000
Minggu, 20 Oktober 2024
Sekelumit Kisah di 30 Hari Pertama Pasca Pernikahan
Menjaga keutuhan rumah tangga bukanlah suatu perkara mudah. Ada saja kejutan-kejutan kecil yang kerap kali hadir setiap harinya. Namun, bagaimana jika keduanya tak mampu mempertahankan hubungannya? Tentu saja, perceraianlah yang akan jadi taruhannya. Demikianlah sebagian isi yang dipaparkan dalam novel “Yummy Tummy Marriage”.
Buku fiksi ke-3 karangan Nurilla Iryani ini menceritakan tentang kehidupan sepasang pengantin yang baru saja menikah setelah 3 tahun berpacaran. Adalah Gina Anjani, seorang Brand Executive di salah satu Consumer Goods Company di Jakarta. Gilar, adiknya sering mengeluhkan kebiasaannya. Terlalu banyak ngoceh membuat Gina seperti radio butut yang tidak bisa mati saking berisiknya. Terlebih jika menyangkut soal pesta pernikahan impiannya.
“Meskipun pesta pernikahanku jauh sekali dari impianku, tetapi kebahagiaanku enggak berkurang sedikitpun karena aku telah resmi menikah dengan seorang pria yang membuatku jatuh cinta setiap hari selama tiga tahun terakhir ini, Bara Wiryawan (halaman 3).”
Ditengah proses adaptasi dalam 30 hari pertamanya, romantisme tak pernah luput menyelimuti kehidupan Gina dan Bara. Gina tak pandai memasak, tetapi ia mau belajar sebagai bentuk pengabdiannya terhadap suami. “Banyak orang bilang bahwa cinta pria itu bisa datang dari perut baru ke hati (halaman 15).” Sebaliknya, Bara pun tak pernah lupa untuk mengantar jemput istri dan ibunya kemanapun.
Sampai suatu hari keduanya saling mengetahui kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Semua hal yang tak pernah mereka temukan sejak pacaran dulu. Bara yang notabene seorang IT Consultant, tak pernah luput dari load pekerjaannya yang selalu tinggi. Ia terlalu sibuk bekerja di kantor. Sementara istrinya seorang blogger, sering menghabiskan waktu dengan melakukan hobbynya berbelanja.
Konflik mulai bermunculan satu persatu. Bara marah besar ketika ia menemukan salah satu tagihan kartu kredit istrinya yang hampir membengkak. “Satu kebohongan kecil seperti ini saja sudah membuat gue kehilangan rasa percaya gue kepada Gina. Jangan-jangan gue selama ini memang sering dibohongi untuk hal-hal lain (halaman 226).”
Berbagai cara Bara lakukan agar istrinya berhenti dari kebiasaan buruknya. Bara sempat menyewa jasa Finansial Planner untuk memanage keuangan mereka. Alih-alih menyelesaikan permasalahan, tingkat konsumtif Gina malah semakin meningkat.
Tak cukup sampai disitu saja, munculnya Elsa yang digadang-gadang sebagai klien sekaligus mantan pacar Bara semenjak SMA pun turut menghadirkan permasalahan baru. Kecurigaan Gina terhadap Elsa terbukti karena dia selalu menelpon suaminya di luar jam kantor. Ironisnya sampai saat ini Elsa masih menyimpan rasa terhadap Bara. “Aku udah pernah ketemu orang yang bikin aku nyaman. Sayangnya, aku membiarkan dia pergi begitu saja (halaman 234).”
Adanya pihak ketiga, seperti hadirnya sosok Wira pun sempat membuat Bara cemburu. Tetapi Gina sangat pintar mengambil hati Bara. Gina sering menyajikan masakan-masakan kesukaannya saat dia sedang marah. Gina tak sadar jika sekarang dirinya tengah mengandung benihnya Bara. Kini, mereka berdua bisa bilang bahwa kisah pacarannya berakhir happy ending, but, every ending is a new beginning (halaman 3).”
Novel “Yummy Tummy Marriage” ini terkesan unik karena penulis selalu menyisipkan berbagai resep masakan dalam setiap ceritanya. Meskipun didominasi masakan western (barat), resep masakan dapat dipraktikkan langsung oleh para pembacanya. Namun, penyelesaian konflik yang terlalu cepat menjadi salah satu kekurangan novel dengan cover berbentuk undangan ini.
Kisah Bara dan Gina secara utuh mendedikasikan kita bahwa dalam memecahkan setiap persoalan rumah tangga tidak harus melulu dengan kekerasan. Justru dengan kepala dinginlah sebuah solusi sering kali timbul.
Data Buku
Judul : Yummy Tummy Marriage
Penulis : Nurilla Iryani
Penyunting : Noni Rosliyani
Penerbit : Pustaka Populer (PT Bentang Pustaka)
Tebal : vi+270 halaman; 20,5 cm
Cetakan : Pertama, Februari 2014
ISBN : 978-602-291-009-1
Harga : Rp 48.000,00-
Jumat, 26 Juli 2024
JNE MENJADI KEBANGGAAN
"Kesenjangan sosial kerap kali hadir mengisi setiap relung-relung hati setiap insan. Apalagi di zaman yang serba modern ini. Transisi dari manual ke digital selalu menjadi tema dan momok penting yang harus selalu dibahas."
Tak ada cara lain yang mesti dilakukan selain berusaha bijaksana dalam menyikapi setiap perbedaan antar tradisi masyarakat. Antara Offline dan Online agar tidak terjadi kejomplangan atau ketimpangan. Serta dinamis dan statis, tentunya tugas kita hanya berusaha menyeimbangkan. Sudah barang tentu ada resiko baik dan buruknya.
Misal saja, saya selama belakangan ini bergelut sebagai penjual online pasti banyak pertimbangan yang mesti direnungkan. Produk yang dipasarkan, hubungan antar penjual dan pembeli, cara berkomunikasinya, sarana yang digunakan, biaya dan sebagainya sudah menjadi hal yang perlu untuk diperhitungkan. Sebagai penjual offline maupun online tentunya harus pandai membaca setiap keadaan.
Ketika perjalanan saya dimulai dari penjual keliling, lalu beralih ke online hanya mencari mangsa pasar saja tentunya sangat naif sekali jika tidak dilandaskan dengan niat baik lainnya yang kuat. Agar perjalanan saya sebagai penjual tidak mati ditengah jalan nantinya. Issue sosial serta cemoohan masyarakat harus bisa dicerna dengan pola pikir yang sehat. Agar suatu saat tidak terjadi bentrok dan musibah.
Sama halnya ketika saya berjualan online, para penjual offline banyak yang merasa rugi atas pelanggan mereka yang banyak beralih ke media sosial. Padahal setiap rezeki sudah ditakar oleh Yang Maha Kuasa. Hanya itikad dan cara mendapatkannya saja yang berbeda.
Untungnya ada JNE yang selalu hadir menemani saya selama belakangan tahun ini. Berkaitan juga dengan perjalanan JNE kurang lebih selama 33 Tahun. Saya tentunya turut mengucapkan Selamat Milad JNE. Semoga sukses selalu dan memberikan kemanfaatan yang banyak atas jasa layanan kurirnya yang berkualitas serta selalu digandrungi setiap hati para pencintanya.
Selama kenal JNE, saya merasa banyak terbantu sekali atas pelayanan jasanya. Sudah tidak terhitung berapa jumlah paket yang saya kirim melalui kurir ini. Maupun yang saya terima atas pembelian melalui online. Saya suka sekali dengan fitur YES (Yakin Esok Sampai) nya dari JNE. Selain efisien waktu, saya bisa menjaga kepercayaan customer atas pembelian barang kepada saya. Membuat saya lebih bersemangat dalam melakukan transaksi jual beli online. Mengingat penjualan offline saya yang agak merosot belakangan ini. Dikarenakan banyak orang yang jenuh dan mulai terasa asing pembelian secara offline. Selain banyak pilihan, pembelian secara online banyak sekali promo dan godaan untuk memilih langsung produk yang ingin dibeli, tanpa harus berkunjung langsung ke offline store.
Apalagi saya sebagai penjual keliling astor, kurang respect nya orang kepada penjual offline semakin kentara di era sekarang. Saya pun kemudian beralih ke penjualan online, tanpa menghasud ataupun menyuruh orang lain, khususnya yang membaca artikel ini untuk beralih semua ke online. Tanpa mengindahkan saya berjualan offline, lalu saya jadikan sebagai usaha sampingan. Mungkin itu maksud saya harus bijaksana menyikapi issue sosial tersebut. Jadi, saya tetap menghargai penjualan offline. Karena mesti selalu ada perbedaan layanan dan usaha cara mendapatkan barang. Apalagi diwaktu-waktu yang butuh cepat didapatkan sebuah barang.
Selain fitur YES, juga ada fitur REG (Regular). Jika customer saya tidak terburu-buru, biasanya saya menggunakan fitur ini. Fitur REGULAR artinya standard dalam pengiriman logistiknya. Atau jika ingin yang lebih hemat, maka saya menggunakan fitur yang OKE biar ekonomis dan irit ongkir (ongkos kirimnya). Keuntungan saya selama menjadi pelanggan jasa layanan kurir JNE, pekerjaan saya jadi merasa lebih terbantu. Tidak capek mengantar langsung ke rumah orang lain, apalagi yang jaraknya jauh. Selain itu juga bisa COD (Cost On Delivery) langsung, semakin memudahkan pembeli untuk membayar langsung ditempat. Sehingga kepercayaan dan keamanan penjualan online saya merasa lebih terjaga hubungannya.
Belakangan ini saya tahu bahwa JNE adalah sebuah perusahan yang mulai besar berkat jasa layanan kurirnya yang Express. Menyediakan layanan pengiriman paket dan dokumen dalam negeri melalui lebih dari 8.000 titik layanan eksklusif untuk tujuan surat-menyurat. Sudah semakin banyak Cabang maupun retail JNE di berbagai pelosok, sehingga banyak memudahkan para pelanggannya dalam kirim jemput paket dimanapun lokasi mereka berada. Saya juga pernah sekali mengirimkan paket dengan jasa layanan fitur JNE untuk jasa layanan kirim kendaraan bermotor. Ketika saya berhalangan berkendara jauh ke luar kota. Dengan menggunakan jasa layanan JNE Logistics, kendaraan saya bisa sampai di lokasi dengan menggunakan fitur jasa layanan Distribution Service > Moving Services. Sangat murah dan puas sekali sampai ditempat tujuan tanpa ada lecet sekalipun.
Source : https://jne.co.id/produk
Sampai sekarang, saya masih setia memilih JNE sebagai teman setia kirim jemput paket dari mulai barang yang ringan sampai yang ukuran berat. Dimana saja saya berada, selalu ditemukan counter JNE, karena sudah merambah diberbagai pelosok. Semakin memudahkan, bukan? Tentu saja, hal itu tidak terlepas dari human error yang harus selalu terus diperbaiki dalam Jasa Layanan Logistics JNE. Maka, seperti hal diatas yang telah saya sampaikan. Begitulah harapan saya di Milad nya yang ke-33 tahun. Satu, dua kali selalu terjadi kekhilafan. Tanpa menafikan dan menjelekkan nama baik JNE pada tulisan saya di blog ini.
Misal saja, salah kirim paket! Karena keterbatasan manusia, apalagi seperti yang diketahui bahwa JNE adalah salah satu jasa layanan kurir yang besar. Jadi, wajar saja hal itu bisa terjadi. Boleh dibilang hanya oknum, jadi ketika barang sudah di office (kantor), hal itu baik-baik saja, tapi biasanya kendala sering terjadi di titik perjalanan. Makanya sering terjadi barang dikembalikan ke pengirim, ya seperti itu. Tapi tenang saja kok, saya lebih baik memilih JNE dibanding jasa layanan logistics lainnya. Itu artinya saya puas dengan layanannya.
Salah satu kelebihan JNE, ketika kita ingin mengetahui dimana paket kita berada, bisa lacak pengiriman di website JNE ataupun aplikasi pihak ketiga lainnya dari mulai titik awal pengiriman > pertengahan jalan > sampai ke titik lokasi pengantaran. Jadi setidaknya, kita sudah mewanti-wanti, kapan kiranya paket kita akan sampai. Kejenuhan dalam menunggu datangnya paket pun bisa terobati dengan layanan Lacak Paket. Lagi-lagi membuat saya tambah bersemangat bekerjasama dengan layanan kirim jemput paket dengan JNE. Hanya tinggal mengetikan no. resi saja, maka paket pun bisa dilacak dengan sempurna. Sewaktu-waktu juga saya bisa mengecek biaya ongkir di layanan cek tarif, dalam keadaan ingin mengirim paket. Jadi meminimalisir kecurangan dalam transaksi jual beli online. Begitu banyak kelebihan menggunakan jasa layanan kurir JNE, bukan?
Untuk pelanggan yang setia, nantinya bisa mengikuti program JNE Loyalti Cards. Yakni, program keanggotaan yang ditujukan kepada pelanggan setia JNE dengan memberikan berbagai keuntungan seperti kecepatan layanan, potongan harga pada saat periode promo, dan hadiah undian yang sangat menarik.
Source : https://jne.co.id/jne-loyalty-card
Anda pun bisa mendownload aplikasi My JNE di Play store android untuk kebutuhan lebih intim dan keberlanjutan lainnya dengan JNE. My JNE adalah aplikasi berbasis android dan iOS yang terhubung dengan nomor telepon pelanggan JNE Express, baik sebagai pengirim maupun sebagai penerima. Pemirsa dan Pembaca setia tulisan saya pun bisa memberikan rating ⭐⭐⭐⭐⭐ dan ulasannya di Playstore, ya!
Semakin luas pengetahuan tentang JNE, Semakin asyik menjadikan JNE sebagai layanan jasa kurir terbaik saya. Omset penjualan saya pun bisa semakin meningkat berkat kerjasama dengan JNE. Itupun jika saya rajin istiqomah berjualan serta fokus dalam bekerja. Semenjak kenal JNE, hidup saya semakin berkah. Karena kualitas kepercayaannya yang tinggi dan bisa diandalkan. Saya bisa meraup untung lebih disamping curhatan penjualan offline saya yang agak merosot belakangan ini.
Itulah sekelumit cerita saya dalam mengikuti kompetisi menulis (Writing Competition 2024) di Program "Gasss Terus Semangat Kreatifitasnya". Kalau boleh, sebenarnya saya juga ingin mengikuti program kompetisi ilustrasinya. Hehehe... sudah jadi hasil karya ilustrasinya, sayangnya harus melampirkan file format mentah Ai. (Adobe Illustratornya). Artinya harus menggunakan laptop, sementara saya menggunakan aplikasi drawing smartphone, yang langsung hasil jadi dalam bentuk format .JPEG atau .PNG nya saja.
Sekali lagi terima kasih JNE atas layanannya! Sukses dan salam semangat selalu! JNE is the best!
Untuk pembaca setia yang ingin mengikuti kompetisi menulisnya bisa ikuti program GASSS TERUS SEMANGAT KREATIFITASNYA!
Yang menggambarkan serta mengekspresikan semangat kreativitas, energi positif, dan komitmen terhadap inovasi. Apalagi yang menjadi jurinya seorang penulis dan jurnalis tersohor, yakni Kang Maman S. ๐
SALAM! ๐๐ป
Source : JNE Sites
#JNE #ConnectingHappiness #JNE33Tahun #JNEContentCompetition2024 #GasssTerusSemangatKreativitasnya



























