Menjaga keutuhan rumah tangga bukanlah suatu perkara mudah. Ada saja kejutan-kejutan kecil yang kerap kali hadir setiap harinya. Namun, bagaimana jika keduanya tak mampu mempertahankan hubungannya? Tentu saja, perceraianlah yang akan jadi taruhannya. Demikianlah sebagian isi yang dipaparkan dalam novel “Yummy Tummy Marriage”.
Buku fiksi ke-3 karangan Nurilla Iryani ini menceritakan tentang kehidupan sepasang pengantin yang baru saja menikah setelah 3 tahun berpacaran. Adalah Gina Anjani, seorang Brand Executive di salah satu Consumer Goods Company di Jakarta. Gilar, adiknya sering mengeluhkan kebiasaannya. Terlalu banyak ngoceh membuat Gina seperti radio butut yang tidak bisa mati saking berisiknya. Terlebih jika menyangkut soal pesta pernikahan impiannya.
“Meskipun pesta pernikahanku jauh sekali dari impianku, tetapi kebahagiaanku enggak berkurang sedikitpun karena aku telah resmi menikah dengan seorang pria yang membuatku jatuh cinta setiap hari selama tiga tahun terakhir ini, Bara Wiryawan (halaman 3).”
Ditengah proses adaptasi dalam 30 hari pertamanya, romantisme tak pernah luput menyelimuti kehidupan Gina dan Bara. Gina tak pandai memasak, tetapi ia mau belajar sebagai bentuk pengabdiannya terhadap suami. “Banyak orang bilang bahwa cinta pria itu bisa datang dari perut baru ke hati (halaman 15).” Sebaliknya, Bara pun tak pernah lupa untuk mengantar jemput istri dan ibunya kemanapun.
Sampai suatu hari keduanya saling mengetahui kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Semua hal yang tak pernah mereka temukan sejak pacaran dulu. Bara yang notabene seorang IT Consultant, tak pernah luput dari load pekerjaannya yang selalu tinggi. Ia terlalu sibuk bekerja di kantor. Sementara istrinya seorang blogger, sering menghabiskan waktu dengan melakukan hobbynya berbelanja.
Konflik mulai bermunculan satu persatu. Bara marah besar ketika ia menemukan salah satu tagihan kartu kredit istrinya yang hampir membengkak. “Satu kebohongan kecil seperti ini saja sudah membuat gue kehilangan rasa percaya gue kepada Gina. Jangan-jangan gue selama ini memang sering dibohongi untuk hal-hal lain (halaman 226).”
Berbagai cara Bara lakukan agar istrinya berhenti dari kebiasaan buruknya. Bara sempat menyewa jasa Finansial Planner untuk memanage keuangan mereka. Alih-alih menyelesaikan permasalahan, tingkat konsumtif Gina malah semakin meningkat.
Tak cukup sampai disitu saja, munculnya Elsa yang digadang-gadang sebagai klien sekaligus mantan pacar Bara semenjak SMA pun turut menghadirkan permasalahan baru. Kecurigaan Gina terhadap Elsa terbukti karena dia selalu menelpon suaminya di luar jam kantor. Ironisnya sampai saat ini Elsa masih menyimpan rasa terhadap Bara. “Aku udah pernah ketemu orang yang bikin aku nyaman. Sayangnya, aku membiarkan dia pergi begitu saja (halaman 234).”
Adanya pihak ketiga, seperti hadirnya sosok Wira pun sempat membuat Bara cemburu. Tetapi Gina sangat pintar mengambil hati Bara. Gina sering menyajikan masakan-masakan kesukaannya saat dia sedang marah. Gina tak sadar jika sekarang dirinya tengah mengandung benihnya Bara. Kini, mereka berdua bisa bilang bahwa kisah pacarannya berakhir happy ending, but, every ending is a new beginning (halaman 3).”
Novel “Yummy Tummy Marriage” ini terkesan unik karena penulis selalu menyisipkan berbagai resep masakan dalam setiap ceritanya. Meskipun didominasi masakan western (barat), resep masakan dapat dipraktikkan langsung oleh para pembacanya. Namun, penyelesaian konflik yang terlalu cepat menjadi salah satu kekurangan novel dengan cover berbentuk undangan ini.
Kisah Bara dan Gina secara utuh mendedikasikan kita bahwa dalam memecahkan setiap persoalan rumah tangga tidak harus melulu dengan kekerasan. Justru dengan kepala dinginlah sebuah solusi sering kali timbul.
Data Buku
Judul : Yummy Tummy Marriage
Penulis : Nurilla Iryani
Penyunting : Noni Rosliyani
Penerbit : Pustaka Populer (PT Bentang Pustaka)
Tebal : vi+270 halaman; 20,5 cm
Cetakan : Pertama, Februari 2014
ISBN : 978-602-291-009-1
Harga : Rp 48.000,00-




Tidak ada komentar:
Posting Komentar