Mengetahui seluk-beluk tentang sebuah budaya dibutuhkan banyak belajar. Apalagi, jika budaya yang ingin dipelajari tersebut berasal dari negara lain.
Ibarat seorang fans, di zaman sekarang informasi mengenai pengetahuan dan wawasan yang berkaitan pun bisa didapat dari segala macam sumber.
Seperti yang dilakukan oleh Isabella Fawzi (Bella), Putri sulung dari pasangan Ahmad Zulfikar Fawzi (Ikang Fawzi) dan Marissa Grace Haque (Marissa Haque) dalam sebuah buku yang berjudul "Me and My Bolly Hobby".
Buku Me and My Bolly Hobby tidak jauh-jauh dari judulnya, yakni berisi kisah pengalaman seru Bella selama mendalami budaya India di JNICC (Jawaharlal Nehru India Cultural Centre) daerah Menteng, Jakarta Pusat. Mulai dari tari-tarian India, bahasa, film, lagu, sendratari drama, yoga, sampai hubungan persahabatan dengan sesama teman yang belajar di JNICC dengan mempunyai latar belakang berbeda. Memiliki minat dan tujuan yang sama dengan Bella, yaitu Bollywood.
Kalau Bella sendiri karena yakin darah India mengalir di tubuh kakek buyutnya yang asli dari negara eksotik itu. Keluarganya sudah tidak meneruskan lagi adat istiadat India. Sehingga, ia merasa kebiasaan yang berhubungan dengan negara India sudah tidak ada jejaknya lagi. Makanya, Bella ingin mengenal asal-usulnya lebih dalam dengan mempelajari budaya India.
Tak jarang, beberapa pertanyaan dari kerabatnya pun sering terlontar kepada Bella, alasan mengapa ia tertarik dengan budaya India. Namun, itu tak menyurutkan niatnya untuk mempelajari segala hal yang berhubungan dengan India. "Meskipun dulu waktu masih remaja masih malu-malu kalau ke-gap suka India, sekarang gue mikir kenapa mesti malu?" (Hal. 10)
Kesempatan pertama Bella menari di panggung datang pas JNICC mengadakan malam kebudayaan di kantor Kedutaan India di Kuningan, Jakarta Selatan. Beberapa bakat bisa ditampilkan di acara itu, antara lain yoga, musik, vokal dan tentunya tari-tarian. (Hal. 34)
Menurut Bella, Kadang sebuah kebahagiaan nggak selalu datang saat kita punya banyak uang atau ketemu sama pujaan hati, tapi lebih daripada itu. "Menurut gue, kebahagiaan yang mutlak adalah kepuasan batin." (Hal. 36)
Tawaran menari kedua kembali datang. Kali ini untuk acara beauty Pageant Miss India Indonesia. Acara ini khusus buat orang-orang India atau keturunan India yang tinggal di Indonesia. Karena namanya Miss India Indonesia, Guru Tarinya akan menggabungkan Tari Khatak dengan Tarian Indonesia, yakni Tari Khatak dan Tari Jawa. (Hal. 37)
Semua yang Bella lakukan semerta-merta adalah buah hasil dari belajar di kelas tarinya bersama Ma'am Rukmini. Beliau banyak mengajarkan beberapa komposisi tari yang masing-masing mempunyai arti sendiri. Sebelum memulai kelas, ia juga biasanya sering melakukan Yoga bersama Ma'am Divya sambil membayangkan dan berimajinasi apa yang dikatakan oleh Sang Guru dengan mata tertutup.
Selanjutnya, Bella juga belajar India dari musik lagu, film dan media lainnya. Selain bisa bikin galau, udah bukan rahasia lagi kalau lagu-lagu Hindi di film Bollywood mengandung makna-makna yang bisa bikin cewek mana pun ge-er, terutama kalo dinyanyiin sama cowok-cowok. (Hal. 41)
Sedangkan dari film, Bella banyak belajar bahwa film dulu lebih berbobot, banyak nari dan banyak nyanyi. Tidak seperti zaman sekarang yang makin mirip film Barat. Sekarang banyak film Bollywood yang kerjasama dengan Hollywood. Banyak artis-artis India juga yang main bareng sama bule. Diantaranya ada film Speedy Singhs (Breakaway), The Last Region, dan Mission: Impossible. Itu artinya film-film India sekarang tidak kalah bagus. Meskipun dari segi teknologi, film Hollywood masih belum ada yang ngalahin.
Dan pada akhirnya, pengalaman itu menghantarkan ia untuk bertemu langsung dengan Bollywood Stars idola seperti Preity Zinta, Bipasha Bashu, Rani Mukherjee dan Morani Brothers saat bekerja sebagai reporter Global TV pada Konferensi Pers yang acaranya digelar di Sentul Internasional Convention Centre, Bogor. Tawaran demi tawaran pun datang silih berganti setelahnya. Hingga ia pun mendapatkan tiket nonton gratis pada kesempatan acara Indian Film Festival selama seminggu di Kedutaan tempat ia mengenyam pendidikan.
Untuk menggapai mimpinya bisa keliling India dari ujung selatan sampai ujung Utara, Bella melakukan pendekatan lewat majalah yang diproduksi sama kedutaan India. Ia pun berbagi ceritanya tentang traveling ke negara tetangga seperti Malaysia, dan Singapura. Keduanya adalah negara tempat menyebarnya para Imigran India untuk menyebarkan kebudayaan mereka. Tak lupa untuk berbagi informasi spot, makanan ala India, playlist musik dan juga film.
Dalam penyampaiannya, buku ini menggunakan tiga bahasa, yakni Bahasa Indonesia, India dan Inggris, yang merupakan percakapan Bella dengan lawan bicaranya. Hanya saja, gaya berceritanya terkesan seperti curhatan yang sangat cepat. Sehingga, pembaca merasa kerepotan dalam mengikuti alur ceritanya.
Kendati demikian, buku setebal 146 halaman ini mengajarkan kita bahwa betapa pentingnya mempelajari, menghormati, menjaga, serta mempertahankan sebuah budaya. Meskipun yang dibahas adalah budaya India. Asalkan tidak meninggalkan budaya negara sendiri, yakni Indonesia.
Data Buku
Judul : Me and My Bolly Hobby
Penulis : Isabella Fawzi
Penerbit : Bentang Belia
Tebal : x + 146 hlm; 20,8 cm
Terbit : April, 2014
ISBN : 978-602-7975-76-7
Harga : 34.000,-



bukunya menarik...halaman juga ga banyak ya mas... wajar sih kalo berkesan ngebut..
BalasHapuskebalik nih ama bella... aku justru suka film india yg skr, lbh masuk akal dan ga banyak lagu atau tarian hahahaha.. selera aja sih ;D
Iya, Kak cuma 146 hal. bukunya.. Hehehe.. betul, saking semangatnya cerita kayaknya..
BalasHapusBetul, Kak.. Sudah banyak kemajuan sekarang.. ππ»